6 Oktober 2013 • Bayu Hendra Winata

Halo Bro: Membuat Halaman Web Pertama Dengan Laravel


Kali ini kita akan bersama-sama membuat halaman web dengan laravel. Karena hello world sudah terlalu mainstream, maka kita akan memodifkasinya sedikit. Ya, kita akan membuat sebuah halaman sederhana, tidak ada fungsi macam-macam selain menampilkan teks "Halo, bro".

Router

Kebanyakan framework PHP melakukan mapping otomatis antara URL dengan controller. Oleh sebab itu, untuk membuat sebuah halaman, Anda minimal harus membuat satu buah controller. Tetapi, laravel melakukan pendekatan yang sedikit berbeda. Mapping URL harus didaftarkan secara manual di file app/routes.php. Anda bisa me-mapping suatu URL ke sebuah controller, tapi hal tersebut tidak wajib. Untuk sebuah aksi sederhana, Anda bisa langsung melakukannya di Router.

Untuk lebih jelasnya, mari kita buat sebuah halaman selamat datang dengan URL [http://localhost/laravel/public/halo] yang akan menampilkan tulisan "Halo bro".

Buka file app/routes.php, lalu tambahkan kode untuk routing:

Route::get('/halo', function()
{
    return "Halo, bro";
});

Selesai, buka browser Anda dan ketikkan URL [http://localhost/laravel/public/halo], Anda sudah berhasil membuat halaman web pertama dengan laravel.

Pada prinsipnya website hanyalah masalah request-response, Anda minta URL apa, maka server akan memberikan respon yang bersesuaian. Seperti itulah tugas router, memetakan URL yang diminta ke bagian kode tertentu.

Controller

Dalam konsep MVC biasanya sebuah URL dipetakan ke sebuah controller, dan karena konsep MVC sudah mendarah daging di kalangan web programmer, maka kita akan membuat satu halaman lagi dengan url /halo-juga, outputnya mirip, tapi kali ini menggunakan controller.

Buka kembali file app/routes.php, lalu tambahkan router baru:

Route::get('/halo-juga', 'SiteController@haloJuga');

Penjelasan dari kode di atas, jika ada yang meminta url /halo-juga, maka laravel akan mengeksekusi fungsi haloJuga() di dalam SiteController. Nah, karena SiteController-nya belum ada, maka langkah selanjutnya adalah membuat controller.

Tambahkan file baru app/controllers/SiteController.php:

class SiteController extends BaseController {
    public function haloJuga()
    {
        return 'halo juga, bro';
    }
}

Buka [http://localhost/laravel/public/halo-juga] dan lihat hasilnya. Selamat, Anda berhasil membuat halaman kedua dengan laravel, kali ini memanfaatkan controller.

View

Pada contoh di atas, kita cuma menampilkan string sederhana ke browser. Ngomong-ngomong soal browser, agar kelihatan valid tentunya string tersebut harus dibungkus dengan tag html yang lengkap, seperti berikut ini:

<html>
    <head>
        <title>d</title>
    </head>
    <body>
        halo juga, bro
    </body>
</html>

Tugas Anda selanjutya adalah memodifkasi contoh yang sudah diberikan, sehingga bisa menghasilkan tag html yang lengkap.

Hehe, apakah Anda akan memodifikasi kodenya menjadi seperti ini:

public function haloJuga()
{
return '<html><head><title></title></head><body>halo juga, bro</body></html>';
}

Memformat tampilan langsung dari controller jelas tidak menyenangkan, dan memang tidak dianjurkan. Tampilan adalah tugas front-end developer, dan front-end developer tidak suka controller, mereka cuma suka view. Untuk menghindari kebencian mereka, mari kita buatkan view-nya.

Modifikasi kembali fungsi haloJuga() seperti berikut ini:

public function haloJuga()
{
    return View::make('halo_juga');
}

Fungsi View::make('nama_file') akan memanggil file view terpisah sesuai nama yang diberikan. Selanjutnya kita buat file baru app/views/halo_juga.php:

<html>
    <head>
        <title></title>
    </head>
    <body>
        halo juga, bro
    </body>
</html>

Jika Anda ingin menerapkan prinsip satu folder view untuk satu controller, yang berarti file app/view/halo_juga.php dipindahkan ke app/views/site/halo_juga.php, maka kodenya tinggal diedit sedikit menjadi View::make('site.halo_juga'). Tanda titik (dot) digunakan sebagai separator folder.

Refresh kembali browser Anda, tetap tidak ada bedanya kan? Hehe, jangan dilihat outputnya, tapi dilihat sourcenya. Sekarang website kita sudah dibungkus tag html yang lengkap. Satu lagi, front-end developer semakin sayang dengan kita ^_^.

Kita sudah mengenal fungsi router, dan sudah mempelajari unsur V(view) dan C(controller) dari konsep MVC. Pada tulisan berikutnya akan dibahas tentang unsur ketiga, yaitu M(model). Tetap di saluran kesayangan Anda ini, follow twitter id_laravel untuk update tulisan, tip terbaru, dan tanya-tanya seputar laravel ;)

Daftar newsletter yuk!

Kamu akan mendapatkan maksimal 1 email per minggu, berisi kumpulan informasi menarik seputar Laravel, PHP, dan teknologi web pada umumnya.

1000++ web artisan lain telah berlangganan, jangan kudet.